Sambil Hujan.. Sambil ngemusik..
Tiba - tiba saya kangen.
Merindukan pelangi, merindukan purnama, merindukan sawah..
Terlebih merindukan 'malaikat hati'. Kapan yaa ? Seperti mereka..
Mereka yang hinga bertahun - tahun bisa bertahan, dalam keadaan dan kondisi yang bagaimanapun. Sehancur dan sebahagia bagaimanapun.
Jumat, 17 Juni 2011
Minggu, 12 Juni 2011
Tahukah kamu ?
Tahukah kamu ? Bahwa tawa ini bermakna rapuh ?
Bahwa senyum ini hanyalah simbol bahwa saya baik - baik saja, meski tak seeksis dulu.
Bahwa ternyata saya masih tak bisa ingkar hati.
"..Dan ternyata 'dirimu' sudah terlalu lama dihati.."
...aku cemburu...
aku cemburu
pada angin
yang begitu dekat menyentuhmu
yang begitu dekat membelai tubuhmu
...
aku cemburu
pada handphone
yang selalu menemanimu
yang setiap saat kau butuhkan
...
entah apa lagi yang ku cemburui
karena aku tak lagi ada untukmu
tak leluasa menatapmu
tak lagi disisimu
...
aku begitu cemburu
cemburu hanya bisa terdiam
hanya bisa menatap
membiarkan airmata mengalir sesukanya, semaunya
ketika Tuhan menghadirkan wanita lain
...
aku yang tak berdaya
terpojok diruang dan waktumu
(..sambil gerimis dan gundah.. gundah yang entah diartikan untuk apa ? gundah yang berawal dari mimpi disiang bolong, catatan menjelang maghrib. maaf Tuhan saya lalai lagi. :'()
Selasa, 07 Juni 2011
...hanya sekedar...
(..dalam tangis..)
Mamah.. saya ingin cerita.
Hanya sekedar berbincang.
Hanya sekedar berbagi.
Hanya sekedar mah... bisakah ?
Hanya sekedar menenangkan hati mah..
hanya sekedar untuk mendamaikan hati. sambil sesekali merebahkan kepala dipundakmu.bolehkah ?
Mamah..
Berada disampingmu kini sudah cukup untuk buatku mengenyahkan sekejap beban dihati.
Mamah.. saya ingin cerita.
Hanya sekedar berbincang.
Hanya sekedar berbagi.
Hanya sekedar mah... bisakah ?
Hanya sekedar menenangkan hati mah..
hanya sekedar untuk mendamaikan hati. sambil sesekali merebahkan kepala dipundakmu.bolehkah ?
Mamah..
Berada disampingmu kini sudah cukup untuk buatku mengenyahkan sekejap beban dihati.
..Missing you mommy..
Senin, 06 Juni 2011
nol empat - nol enam - dua nol sebelas
040611?
Selamat datang...
Silahkan Masuk..
Maap hatiku berantakan, Maap Otak lagi tak berkompromi dengan hati.
Maap raga lagi tak menyatu dengan jiwa, Maap tak ada yang spesial.
Mari sini saya siapkan teh dan kue seadanya.
Maap tak ada tart, tak ada pesta, tak berkado.
Semoga betah yaa ..
Semoga senyum menghiasi harimu.
Semoga tawa kau gelak-kan sewaktu - waktu
biar kita bisa selalu bersenda gurau dan berseloroh tentang obrolan - obrolan ringan yang membuat kita betah dan tak mengenal waktu.
Hati dan otakku sudah baikan !
Tehnya sudah mengepul !
Kuenya sudah terkumpul !
Marii mulai berbincang... hati.. otak.. waktu.. hari...
Apa resolusimu hati ?
Otak ?
Waktu ? dan Kau hari ?
"Semoga terus jadi yang lebih baik" jawab serempak..
Selamat datang...
Silahkan Masuk..
Maap hatiku berantakan, Maap Otak lagi tak berkompromi dengan hati.
Maap raga lagi tak menyatu dengan jiwa, Maap tak ada yang spesial.
Mari sini saya siapkan teh dan kue seadanya.
Maap tak ada tart, tak ada pesta, tak berkado.
Semoga betah yaa ..
Semoga senyum menghiasi harimu.
Semoga tawa kau gelak-kan sewaktu - waktu
biar kita bisa selalu bersenda gurau dan berseloroh tentang obrolan - obrolan ringan yang membuat kita betah dan tak mengenal waktu.
Hati dan otakku sudah baikan !
Tehnya sudah mengepul !
Kuenya sudah terkumpul !
Marii mulai berbincang... hati.. otak.. waktu.. hari...
Apa resolusimu hati ?
Otak ?
Waktu ? dan Kau hari ?
"Semoga terus jadi yang lebih baik" jawab serempak..
happy b'day ann.. :*
Sabtu, 28 Mei 2011
Kita hanyalah sebatas goresan usang
kita ternyata sudah pergi
membelah diri
dan meninggalkan saya termangu di sini
di sudut ruangan..
kita ternyata tak berbekas lagi
separuhnya mungkin sudah menari-nari dan bergelayutan pada kumpulan awan diatas pohon kenari
dan lagi-lagi tersisa saya
sibuk menghitungi bintang jatuh yang ternyata belum juga nampak sampai malam ini
kita hanya sebatas goresan usang
dihapus dengan karet kotor
yang membuat kertas lebih tak berharga
dan tinggallah saya
dibawah temaram lampu seadanya
terus berusaha menggosokan karet hingga tipis jadinya
kita tak ada lagi
memecah menjadi dia yang ternyata terbang terlalu tinggi
dan saya yang bersiap diri melangkah pergi
membelah diri
dan meninggalkan saya termangu di sini
di sudut ruangan..
kita ternyata tak berbekas lagi
separuhnya mungkin sudah menari-nari dan bergelayutan pada kumpulan awan diatas pohon kenari
dan lagi-lagi tersisa saya
sibuk menghitungi bintang jatuh yang ternyata belum juga nampak sampai malam ini
kita hanya sebatas goresan usang
dihapus dengan karet kotor
yang membuat kertas lebih tak berharga
dan tinggallah saya
dibawah temaram lampu seadanya
terus berusaha menggosokan karet hingga tipis jadinya
kita tak ada lagi
memecah menjadi dia yang ternyata terbang terlalu tinggi
dan saya yang bersiap diri melangkah pergi
Jumat, 27 Mei 2011
Celoteh Sang Sabar
Sabar adalah topeng yang bisa dijual
Dijual dengan selimut ikhlas dan memaafkan
Katanya, orang sabar dapat menekan amarah yang menggelora
Menepis gemuruh dada yang juga mendidih
Melihat dengan muka datar walaupun sudah merah padam...
Apa yang kau keluhkan tentang hidup ?
Sabar nak.. urip kuwi mung mampir ngombe
(kata si mbah demikian)
Apa yang harus disabarkan ? Keadaan ?
Kondisi diri ? Takdir ? Atau Penyesalan ?
Aku sudah sabar.. Demikian kata banyak orang, tak terkecuali saya
Coba saja jika dulu saya tak ketemu dia !
Coba saja jika dulu saya tak membuka hati ini untuknya !
Coba saja jika dulu saya tak bekerja di tempat itu !
Coba saja jika dulu saya ini dan itu..
Coba saja..
Andaikan saja...
Ternyata... Untuk menerima apa pun itu yang hadir dalam kehidupan, harus secara sabar
Baik yang sedang menyapa, yang meninggikan atau yang menjatuhkan.
Pikiran kita berperan untuk segera menolaknya, menghancurkannya atau juga mengolahnya..
Saya sabar... selama ini saya sudah sabar !
Ya Tuhan.. kok belum juga ada perubahan juga ?
Saya sabar.. selama ini saya sabar.. kapan semua terwujud ? (??) pantaskah hati menghakimi dan menuntut Tuhan ? sementara masih ada rencana lainnya yang belum kita ketahui hikmahnya ?.)
Ternyata.. Sabar tidak sama dengan menyabar - nyabarkan diri,
sabar bukan menerima tanpa upaya apa pun yang menghampiri diri.
Sabar adalah menyadari semua, apa pun juga itu !
yang sedang hinggap, dengan tanpa penilaian. Kemudian melakukan tanpa penyesalan atau bayangan masa lalu, untuk mengolah saat ini, sekarang, the present, dengan sebaik dan semaksimal mungkin.
Masa depan tidak terletak jauh di depan sana..
masa depan ada pada tindakan saat ini, sekarang, the present, dengan sebaik dan semaksimal mungkin.
Sabar bukan menerima apa adanya
namun melakukan apa yang ada menjadi apa pun juga..
(*catatan disudut ruangan : teruntuk kau yang jauh di sana dan dekat di hati. Sabar, ikhlas dan memaafkan ini untukmu. Especially for you.. untuk segala lembaran kita, dulu..
Seperti ucapmu terakhir, IKHLAS ! yaaa.. saya telah mengikhlaskan segalaanyaa.. :) )
Langganan:
Postingan (Atom)



